Selasa, 05 November 2019

JENIS PENELITIAN KUALITATIF - PENJELASAN GRUNDED THEORY DAN CONTOHNYA


JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF
Terdapat beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yaitu Naratif, Studi Kasus, Fenomenologi, Grounded Theory, dan Etnografi.
A.    PENJELASAN GROUNDED THEORY
Tujuan dari studi grounded theory adalah untuk bergerak keluar dari deskripsi dan untuk memunculkan atau menemukan teori. Strauss & Corbin (dalam Creswell, 2013) menjelaskan bahwa ide pentingnya adalah pengembangan teori ini tidak muncul dengan sendirinya, tetapi dimunculkan atau didasarkan pada data dari para partisipan yang telah mengalami proses tersebut. Maka dari itu, grounded theory merupakan desain riset kualitatif yang penelitiannya memunculkan penjelasan umum (teori) tentang proses, aksi, atau interaksi yang dibentuk oleh pandangan dari sejumlah besar partisipan. Grounded theory disediakan untuk memunculkan teori (lengkap dengan diagram dan hipotesis) tentang aksi, interaksi, atau proses dengan saling menghubungkan kategori informasi berdasarkan pada data yang dikumpulkan dari individu.

B.     KARAKTERISTIK GROUNDED THEORY
Ada beberapa ciri utama dari grounded theory yang mungkin terdapat dalam penelitian:
1.      Penelitian memfokuskan pada proses atau aksi yang memiliki tahapan atau fase khas yang terjadi sepanjang waktu. Maka dari itu, studi grounded theory meneliti gerakan aksi yang berusaha dijelaskan oleh peneliti.
2.      Peneliti berusaha mengembangkan teori tentang proses atau aksi ini. Penjelasan atau pemahaman ini menyatukan, dalam grounded theory kategori teoritis yang dirangkai dalam memperlihatkan bagaimana mereka bekerja.
3.      Memoing  menjadi bagian dari pengembangan teori ketika peneliti menuliskan ide berdasarkan data yang telah dikumpulkan dan dianalisis.
4.      Bentuk utama dari pengumpulan data sering kali adalah wawancara yang penelitinya secara konstan membandingkan data yang dikumpulkan dari para partisipan dengan ide tentang teori baru.
5.      Analisis data dapat distrukturkan dan mengikuti pola pengembangan kategori terbuka, memilih satu kategori untuk menjadi fokus dari teori tersebut dan kemudian memperinci kategori tambahan (coding aksial) untuk membentuk model teoritis.
 
C.    TIPE/JENIS GROUNDED THEORY
Dua pendekatan populer dalam grounded theory adalah prosedur sistematis (Strauss 1990 & Corbin 1990) dan pendekatan konstruktivis dari Charmaz (2005, 2006). Dalam prosedur yang lebih analitis dan sistematis, peneliti berusaha mengembangkan secara sistematis teori yang menjelaskan proses atau interaksi dari topik. Peneliti biasanya melakukan 20 sampai 30 wawancara ketika melakukan kunjungan ke lapangan. Peneliti juga mengumpulkan dan menganalisa berbagai hasil pengamatan dan dokumen, tetapi bentuk data ini sering kali tidak digunakan. Para partisipan yang diwawancarai dipilih secara teoritis (disebut samping teoritis) agar peneliti dapat membentuk teorinya dengan baik. Proses pengambilan informasi dari pengumpulan data  ini dan pembandingannya dengan kategori baru disebut metode analisi data komperatif konstan.
 Peneliti mengawalinya dengan coding terbuka mengodekan data untuk kategori informasi utamanya. Dari koding itu, muncul koding aksial yang penelitinya mengidentifikasi satu kategori koding terbuka untuk dijadikan fokus (disebut fenomena inti)., dan menciptakan kategori seputar fenomena inti tersebut. Strauss dan Corbin (1990) merumuskan berbagai tipe ke kategori-kategori yang diidentifikasi seputar fenomena inti. Tipe-tipe itu adalah kondisi kausal (faktor apa saja yang menyebabkan fenomena tersebut) strategi (tindakan yang dilakukan dalam merespon fenomena inti), kondisi kontekstual dan kondisi penganggu (faktor situasional yang meluas maupun spesifik, yang memengaruhi strategi) dan konsekuensi (hasil dari penggunaan strategi).
Varian kedua grounded theory dapat ditemukan dalam gagasan konstruktivis dari Charmaz (Creswell, 2013). Charmaz mendukung perspektif konstruktivis sosial yang mencakup penekanan pada beragam dunia lokal, beragam realitas dan kompleksitas dari dunia, pandangan, dan aksi tertentu. Menurut Charmaz (dalam Creswell, 2013)  grounded theory konstruktivis terletak tepat pada pendekatan interpretatif dalam penelitian kualitatif dengan pedoman yang fleksibel, fokus pada teori yang dikembangkan yang bergantung pada pandangan peneliti, yang mempelajari tentang  pengalaman dalam jaringan, situasi, dan hubungan yang tertanan dan tersembunyi dan memperlihatkan hirearki kekuasaan, komunikasi dan kesempatan. Charmaz menganjurkan penggunaan kode aktif misalnya frasa berbasis grounded seperti recasting life. Prosedur grounded theory juga tidak mengecilkan peran dari peneliti dalam proses tersebut. Peneliti membuat keputusan tentang kategori di sepanjang proses tersebut, mengajukan pernyataan tentang data, dan menjelaskan nilai, pengalaman, dan prioritas pribadi. Setiap kesimpulan yang dikembangkan oleh para teoritis dasar bersifat sugestif, tidak lengkap dan inkonklusif.

D.    PROSEDUR PELAKSANAAN RISET GROUNDED THEORY
Langkah-langkah prosedural yang utama dalam proses tersebut adalah sebagai berikut:
1.      Menentukan apakah penelitian grounded theory paling baik untuk memperlajari riset tersebut. Grounded theory adalah riset yang paling baik digunakan ketika tidak didapatkan teori untuk menjelaskan atau memahami proses.
2.      Pertanyaan riset peneliti yang akan diajukan kepada para partisipan akan diarahkan untuk memahami bagaimana individu mengalami proses tersebut dan mengidentifikasi tahap pada proses tersebut.
3.      Selanjutnya adalah mengajukan pertanyaan yang lebih detail yang akan membantu membentuk tahap coding aksial. Pertanyaan ini biasanya ditanyakan dalam wawancara , meskipun bentuk data yang lain mungkin juga dikumpulkan misalnya, pengamatan, dokumen, dan bahan audiovisual.
4.      Analisis data berlangsung secara bertahap. Dalam coding terbuka, peneliti membentuk kategori informasi tentang fenomena yang sedang dipelajari dengan mensegmentasi informasi.
5.      Dalam coding aksial, peneliti menyusun data dalam cara baru setelah koding terbuka. Dalam pendekatan terstruktur ini, peneliti menyajikan paradigma coding atau diagram logika yang penelitiannya menidentifikasi fenomena sentral mengeksplorasi kondisi kausal, menentukan strategi , mengidentifikasi konteks dan pengganggu, dan menggambarkan konsekuensi.
6.      Dalam coding selektif, peneliti dapat menulis “alur cerita” yang menghubungkan beberapa kategori.
7.      Hasil dari proses pengumpulan data dan analisis data ini adalah suatu teori, teori level-substansial, yang ditulis oleh seorang peneliti yang dekat dengan permasalahan atau populasi tertentu. Teori tersebut muncul dengan bantuan dari proses memoing yang penelitinya menulis ide tentang teori baru selama proses coding terbuka, aksial dan selektif.

E.     CONTOH PENELITIAN GROUNDED THEORY
1.      Judul Penelitian     : Pengalaman Mahasiswa Dalam Melakukan Wirausaha Informasi: Sebuah Penelitian Grounded Theory
2.      Peneliti                  : Afdini Rihlatul Mahmudah & Hariyah
3.      Latar Belakang      : Beberapa mahasiswa bahkan sarjana yang baru lulus mengalami kebingungan karena belum memiliki atau sepenuhnya mampu menguasai keterampilan atau keahlian yang dibutuhkan di dunia kerja. Hal ini karena belum ada sebuah sistem yang baik dan saling terhubung antara dunia pendidikan dan dunia kerja secara interpreneurship atau jiwa kewirausahaan mahasiswa yang belum terbangun. Salah satu solusi yang ditawarkan dalam mengahadapi situasi tersebut adalah dengan membangun jiwa wirausaha informasi pada mahasiswa. Infopreneurship akan menciptakan lulusan yang dinamis yang cukup fleksibel dan dapat beradaptasi dengan perubahan dan tuntutan pasar.
4.      Tujuan Penelitian  : Untuk mengatahui proses pemaknaan wirausaha informasi berdasarkan pengalaman dan kegiatan yang pernah dilakukan oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Indonesia.
5.      Metode Penelitian : Penelitian ini besifat kualitatif dengan menggunakan grounded theory. Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian yang dilakukan, yaitu membangun teori berdasarkan pandangan responden. Langkah-langkah yang dilakukan untuk memperoleh data adalaha wawancara, observasi dan kajian dokumen. Data tersebut dianalisis berdasarkan model analisis data konstruktivisme berupa transkripsi data dan interpretasi data melalui pengkodean terbuka (open coding), pngkodean beralas (axial coding), dan pengkodean terseleksi (selective coding)
6.      Hasil dan Kesimpulan       : Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebuah definisi wirausaha informasi. Definisi tersebut adalah pekerjaan dalam bidang informasi yang dapat dilakukan, baik secara mandiri maupun berkelompok, dengan fleksibilitas dalam waktu dan tempat pengerjaannya, berupa kegiatan pencarian informasi, pembuatan web dan sistem perpustakaan, konsultan perpustakaan, pengajar, dan pustakawan sehingga menghasilkan uang, menambah pengalaman dan ilmu, serta mengembangkan aktivitas sosial.

F.     SUMBER
Mahmudah & Hariyah. 2016. Pengalaman Mahasiswa Dalam Melakukan Wirausahan Informasi: Sebuah Penelitian Grounded Theory. Jurnal Dokumentasi dan Informasi, 37 (2), Halaman 12-135.
Creswell, J.W. (2013). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches. Third Edition. SAGE Publication: California.


JENIS PENELITIAN KUALITATIF - PENJELASAN GRUNDED THEORY DAN CONTOHNYA

JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF Terdapat beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yaitu Naratif, Studi Kasus, Fenomenologi, Grounde...