Selasa, 01 Oktober 2019

JENIS PENELITIAN KUALITATIF - PENJELASAN NARATIF DAN CONTOHNYA


JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF
Terdapat beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yaitu Naratif, Studi Kasus, Fenomenologi, Grounded Theory, dan Etnografi.
A.    PENJELASAN NARATIF
Czarniawska dalam (Creswell, 1994)  mendefinisikan riset naratif sebagai tipe desain kualitatif yang spesifik yang “narasinya dipahami sebagaiteks yang dituturkan atau dituliskan dengan menceritakan tentang peristiwa/aksi, yang berhubungan secara kronologis”. Prosedur dalam pelaksanaan riset ini  dimulai dengan memfokuskan pada pengkajian terhadap satu atau dua individu, pengumpulan data melalui cerita mereka, pelaporan pengalaman individual, dan penyusunan kronologis atas makna dari pengalaman tersebut (atau menggunakan tahapan perjalanan hidup).

B.     KARAKTERISTIK NARATIF
Terdapat beberapa ciri utama atau ciri khas riset naratif, terlihat juga serangkaian ciri khas yang memperlihatkan batasan-batasannya. Tidak semua proyek naratif mengandung unsur-unsur ini, tetapi juga tidak mengesampingkan berbagai kemungkinan lain.
1.      Para peneliti naratif mengumpulkan cerita dari individu (dan dokumen serta percakapan kelompok) tentang pengalaman individual yang dituturkan. Maka dari itu mungkin terdapat ciri kolaboratif yang kuat dalam penelitian naratif ketika ceritanya muncul melalui interaksi atau dialog antara peneliti dan para partisipan.
2.      Cerita naratif menuturkan pengalaman individual, dan cerita itu mungkin saja memperlihatkan identitas dari individu dan bagaimana mereka melihat diri mereka.
3.      Cerita naratif dikumpulkan melalui beragam bentuk data, misalnya melalui wawancara yang mungkin menjadi bentuk utama pengumpulan data, dan juga melalui pengamatan, dokumen, gambar, dan sumber data kualitatif yang lain.
4.      Cerita naratif seringkali didengar dan kemudian disusun oleh peneliti menjadi suatu kronologi meskipun cerita tersebut mungkin tidak diceritakan secara kronologis oleh partisipan.
5.      Cerita naratif dianalisis dalam beragam cara. Suatu analisis dapat tentang apa yang dikatakan (secara tematis), sifat dari penuturan ceritanya(struktural), atau kepada siapakah cerita tersebut ditujukan (dialogis/permainan drama) (Riessman, 2008).
6.      Cerita naratif seringkali mengandung titik balik (Denzin, 1989) atau ketegangan atau interupsi spesifik yang diperlihatkan oleh penalti dalam penuturan cerita tersebut.
7.      Cerita naratif berlangsung di tempat atau situasi yang pesifik. Konteks cerita menjadi penting bagi penuturan cerita tersebut.

C.    TIPE/JENIS NARATIF
Studi naratif dapat dibagi menjadi dua, yaitu mempertimbangkan analisis data yang digunakan oleh peneliti dan mempertimbangkan tipe dari narasi.
1.      Mempertimbangkan strategi analisis data yang digunkan oleh penelit
Terdapat beberapa strategi analisi yang dapat digunakan. Chase (2005) mengemukakan strategi analisis untuk menguraikan batasan pada narasi, narasi yang disusun secara interaktif antara para peneliti dan partisipan, dan penafsiran yang dikembangkan oleh beragam penutur. Riessman (2008) menyampaikan tiga jenis pendekatan yang digunakan untuk menganalisis cerita naratif: (1) analisis tematik yang penelitiannya mengidentifikasi tema yang “dituturkan”  oleh seorang partisipan; (2) analisis struktural yang pemaknaannya bergeser pada “penuturan” tersebut dan ceritanya dapat dibentuk selama percakapan dalam bentuk komik, tragedi, setire, roman, atau bentuk lain; (3) analisis dialogis/ permainan (drama) yang fokusnya beralih apda bagaimana cerita tersebut dihasilkan (yiatu secara interaktif antara peneliti dan partisipan) dan ditampilkan dalam permainan/drama (yaitu yang bertujuan untuk menyampaikan pesan).

2.      Mempertimbangkan tipe dari narasi
Beragam pendekatan telah dikembangkan, berikut adalah sebagaian pendektaan yang populer.
a.       Studi biogrfis adalah bentuk studi naratif yang penelitinya menulis dan merekam pengalaman dari kehidupan orang lain.
b.                  Auto-etnografi ditulis dan direkam oleh individu yang menjadi subjek penelitian tersebut (Ellis, 2004; Muncey, 2010 dalam Creswell). Muncey (2010) mendefinisikan auto-etnografi sebagai ide dari beragam lapisan kesadaran, diri yang rentran, diri yang koheren, kritik-diri dalam konteks sosial, dan potensi yang mengesankan. Satu contoh auto-etnografi adalah disetertasi doktoral dari Neyman (2011) dimana ia mengeksplorasi pengalaman mengajarnya dengan latar belakang problem utama di sekolah negeri di Amerika dan Ukraina.
c.                   Sejarah Kehidupan menggambarkan kehidupan seseorang secara utuh, sementara itu cerita pengalaman pribadi adalah studi naratif tentang pengalaman pribadi seseorang yang terjadi dalam satu atau beberapa episode, situasi pribadi, atau cerita rakyat (Denzin, 1989 dalam Creswell)
d.                  Sejarah tutur atau sejarah lisan adalah pengumpulan refleksi pribadi tentang peristiwa dan sebab/efeknya terhadap satu atau beberapa individu (Plummer, 1983 dalam Creswell). Studi naratif mungkin memiliki fokus kontekstual yang spesifik, misalnya cerita yang dituturkan oleh para pengjar atau anak-anak di kelas (Ellerenshaw & Creswell, 2002).

D.    PROSEDUR DALAM PELAKSANAAN RISET NARATIF
Riessman (2008) menambahkan informasi yang berguna tentang proses pengumpulan data dan strategi analisis data.
1.      Menentukan problem atau pertanyaan riset sudah cocok untuk riset naratif.
2.      Memilih salah satu atau lebih individu yang memiliki cerita atau pengalaman hidup yang ingin diceritakan, dan menghabiskan banyak waktu dengan mereka untuk mengumpulkan cerita mereka melalui beragam jenis informasi. Para partisipan dapat merekam cerita mereka dalam jurnal atau diary, atau peneliti dapat mengamati individu tersebut lalu merekamnya dalam bentuk catatan lapangan.
3.      Mempertimbangkan bagaimana pengumpulan data dan perekamannya dapat dilakukan dengan beragam cara.
4.      Mengumpulkan infromasi tentang konteks dari cerita ini. Para peneliti naratif menempatkan cerita individual dalam pengalaman pribadi dan para partisipan (pekerjaan, rumah tempat tinggal mereka), kebudayaan (ras atau etnis), dan konteks historis (waktu dan tempat mereka).
5.      Menganalisis cerita dari para partisipan. Peneliti dapat mengambil peran aktif dan “menyusun kembali” cerita tersebut kedalam kerangka yang bermakna. Restorying adalah proses reorganisasi cerita menjadi beberapa jenis kerangka umum. Proses analisinya adalah peneliti mencari tema atau kategori; peneliti menggunakan pendekatan linguistik.
6.      Berkolaborasi dengan para partisipan dengan cara aktif melibatkan mereka dalam riset tersebut (Clandinin & Connelly, 2000)
Dalam penelitian naratif, satu hal penting adalah perhatian terhadap hubungan antara peneliti dan yang diteliti di mana kedua belah pihak akan belajar dan berubah ketika mereka berinteraksi (Creswell & Miller, 2000). “Penelitian naratif adalah cerita yang dijalani dan dituturkan”, Clandidin & Cornelly, 2000.

E. CONTOH PENELITIAN NARATIF
1.Judul Penelitian : Analisis Naratif: Kemiskinan Dalam Program Reality TV “Pemberian Misterius” Di Stasiun SCTV
2.    Peneliti                    : Lilik Kustanto
3.  Latar Belakang   : Reality TV merupakan sebuah program telivisi yang menggambarkan sebuah peristiwa realita atau peristiwa nyata. Namun, program tersebut mengalami perkembangan dengan menampilkan kejadian yang nyata dan dibuat sehingga program hibriditas. Salah satu program reality TV adalah “Pemberian Misterius” yang menarasikan tentang memberi pertolongan dengan memberi hadiah kepada orang lain yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Namun, narasi yang diceritakan tersebut sebenarnya memiliki makna lain sebagai sebuah representasi kemiskinan  yang secara implisit tidak terbaca oleh penonton.
4.  Tujuan Penelitian  : Penelitian ini untuk melihat makna sebenarnya representasi kemiskinan dalam program reality TV “Pemberian Misterius”.
5. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah analisis naratif, yaitu merupakan metode mengkaji narasi yang dapat membantu untuk memahami, mengevaluasi dan memaknai struktur narasi. Sebuah catatan bahwa analisis naratif berusaha membuat pernyataannya, yang terdiri atas berbagai macam teks narasi yang terdiri atas berbagai macam teks narasi yang dibuat untuk berbagai macam tujuan dan melayani berbagai macam fungsi yang berbeda sehingga ada corpus (tubuh) yang ditetapkn lebih dulu.
6.    Hasil dan Kesimpulan : Dapat terlihat secara jelas bahwa tema dalam program reality TV PM yang menunjukkan adanya jiwa penolong, kedermawanan, sifat-sifat baik seseorang yang mau membantu orang lain yang membutuhkan dan lemah tidaklah lain hanya makna permukaan saja yang dicitrakan. Namun secara mendalam orang-orang lemah yang ditolong hanya bagian dari objek yang menggerakan sebuah program. Kehadiran mereka menjadi bagian utama yang harus ada untuk memberikan sebuah nilai rasa simpati dan penonton. Tanpa disadari untuk mendapatlan keuntungan dan kepentingan sebuah industri melalui program reality TV.

F.    SUMBER
              Kustanto, L. 2015. Analisis Naratif: Kemiskinan Dalam Program Reality TV “Pemberian Misterius” di Stasiun SCTV. Jurnal Rekam, Vol. 11 No – Oktober 2015.
                  Creswell, J.W. (2013). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five                                        Approaches. Third Edition. SAGE Publication: California.

Selasa, 17 September 2019

PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF



PERBEDAAN METODE PENELITIAN KUALITATIF DAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF
A.    METODE KUANTITATIF
Metode kuantitatif disebut metode tradisional (sudah mentradisi, karen sudah lama digunakan). Metode kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivistik dan disebut sebagai penelitian yang ilmiah karena menggunakan langkah-langkah yang ketat, objektif karena peneliti menjaga jarak dengan yang diteliti. Metode ini lebih bersifat confirmatory, untuk mengkonfirmasi atau menguji teori. Metode ini dinamakan metode kuantitatif karena data yang diperoleh terutama adalah data kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis.
Metode penelitian kuantitatif merupakan suatu cara yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa angka dan program statistik. Secara umum bagian metode kuantitatif berisi subbab: (1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4) teknik pengumpulan data, dan (5) analisis data (Wahidmurni, 2017).
Pendekatan dan jenis penelitian merupakan bagian yang menguraikan alasan pendekatan kuantitaf digunakan dan alasan pemilihan jenis penelitian. Peneliti harus memahami masing-masing arti pendekatan kuantitatif dan jenis penelian yang tepat untuk dapat menjawab rumusan masalah penelitian. Hal ini dapat dilakukan peneliti dengan mencari definisi pendekatan kuantitatif dan ciri-ciri yang ada pada pendekatan itu menurut pakar.
Populasi dan sampel merupakan bagian yang menjelaskan mengenai sumber pangambilan data penelitian. Populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan orang atau bukan orang yang memiliki kesamaan ciri dan memenuhi syarat berkaitan dengan masalah penelitian daan dapat dijadikan sebagai sumber pengambilan sampel. Sampel dapat diartikan sebagai perwakilan dari sebuah populasi sebagai sumber pengumpulan data penelitian.
Instrumen penelitian merupakan bagian yang membahas mengenai alat yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian. Umumnya dalam penelitian kuantitatif alat pengumpul data yang digunakan dikembangkan dari teori-teori yang akan diuji melalui kegiatan yang dikerjakan. Untuk itu, sebelum instrumen penelitian yang dikembangkan digunakan untuk mengumpulkan data pada objek atau responden yang sesungguhnya, hendaknya instrumen tersebut diuji validitas dan reliabilitasnya. Biasanya, ada tiga kemungkinan instrumen yang digunakan yakni yang sudah baku, yang dimodifikasi oleh peneliti, atau yang dibuat sendiri oleh peneliti.
Pengumpulan data merupakan tahap peneliti melakukan kegiatan untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Peneliti mengumpul data sesuai dengan instrumen yang sudah ditentukan, semisal dengan angket atau pengamatan. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti tidak harus hadir dan bertemu dengan responden penelitian, namun bisa juga melalui orang lain yang diminta untuk mengumpulkan data.
Analisis data merupakan hasil dari analisa teoritis terhadap data yang diperoleh pada pengumpulan data. Dalam penelitian kuantitatif, penggunaan program statistik merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan. Untuk itu, peneliti harus memiliki pemahaman mengenai penggunaan formula dalam statistik yang diperlukan untuk menganalisaz data. Pada bagian ini juga diuraikan mengenai jenis analisis statistik yang digunakan, apakah itu metode statistik deskriptif atau statistik inferensial.

B.     METODE KUALITATIF
Metode kualitatif disebut sebagai metode baru (karena baru tahun 1985-an metode ini mulai ramai digunakan). Metode kualitatif bersifat pada sifay pospositivistik dan disebut sebagai metode yang artistik /lebih bersifat seni, tidak menggunakan langkah-langkah yang ketat. Metode kualitatif digunakan untuk discovery, yaitu eksplorasi untuk menemukan hipotesis. Metode ini dinamakan metode kualitatif karena data yang terkumpul terutama adalah data kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untuk menemukan hipotesis.
Metode kualitatif berkenaan dengan data yng bukan angka, menumpulkan dan menganalisis data yang bersifat naratif. Metode penelitian kualitatif biasanya menggunakan fokus grup, wawancara dan observasi. Creswell (2009) menyatakan bahwa “Qualtative research is a means for exploring and understanding the meaning individuals or groups ascribe to a social or human problem. The process of research involves emerging quetions and procedures; collecting data in the participants’ setting; analyzing data inductively, building from particulars to general themes; an making interpretations of the meaning data. The final written report has a flexible writing structure”. Penelitian kualitatif adalah sarana untuk mengeksplorasi dan memahami makna perilaku individu atau kelompok yang berkaitan dengan masalah sosial atau masalah kemanusiaan. Proses penelitian melibatkan membuat pertanyaan penelitian dan prosedur sementara; mengumpulkan data dalam pengaturan peserta; menganalisis data secara induktif, mulai dari data parsial hingga tema umum; membuat interpretasi data makna. kegiatan akhir membuat laporan ke dalam struktur yang fleksibel.
Menurut Bogdan dan Biklen (dalam Sugiyono, 2017) karakteristik penelitian kualitatif adalah sebagi berikut:
1.      Penelitian dilakukan dalam kondisi yang alamiah, peneliti langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci.
2.      Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif.
3.      Penelitian kualitatif lebih ditekankan pada proses daripada produk atau outcome.
4.      Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif
5.      Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati).
Penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah. Objek dalam penelitian kualitatid adalah objek alamian. Objek alamiah adalah objek yang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti, sehingga keadaan objek sebelum dan setelah dilakukan penelitian oleh peneliti  relatif tidak berubah. Data yang diperoleh di penelitian kualitatif adalah data yang pasti. Data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang sekedar terlihat, terucap dan terdengar. Misalnya, orang menangis, harus dipastikan orang tersebut menangis karena bahagia, sakit, dll.
Metode kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menkankan pada keunikan dari objek yang diteliti. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability, artinya hasil penelitian tersebut dapat digunakan di tempat lain, manakala tempat tersebut memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda
 Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat pospositivtik atau enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan observasi, wawancara, dan dokumentasi), data yang diperoleh cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami makna, memahami keunikan, mengkonstruksi fenomena, dan menemukan hipotesis.
Secara umum bagian metode kualitatif berisi subbab: (1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) keadiran peneliti, (3) lokasi penelitian, (4) sumber data (5) teknik pengumpulan data (6) analisi data dan (7) pengecekan keabsahan temuan. (Wahidmurni, 2017).


C.     PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Perbedaan antara metode kuantitif dan kualitatif meliputi tiga hal, yaitu aksioma, proses penelitian, dan karakteristik penelitian.
1.      Sifat Realitas
Dalam metode kuantitatif realitas dipandang sebagai sesuatu yang kongkrit, dapat diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna dan perilaku, tidak berubah dan dapat diverivikas. Dengan demikian, dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari objek yang diteliti, kemudian dapat membuat instrumen untuk mengukurnya.
      Dalam penelitian kualitatif suatu realitas atau objek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah ke dalam beberapa variabel. Penelitian kualitatid memandang objek sebagai sesuatu yang dinamis, hasil konstruksi pemikiran, dan utuh, karena setiap aspek dari objek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Realitas dalam penelitian kualitatif tidak hanya yang tampak (teramati), tetapi sampai dibalik yang tampak tersebut. Misal, seseorang memancing, penelitian kuantitatif akan menganggap kegiatan memancing adalah kegiatan mencari ikan, tetapi dalam penelitian kualitatif akan melihat lebih dalam mengapa ia memancing, apakah mungkin karena stress, lapar atau mencari teman (Sugiyono, 2017).
2.      Hubungan peneliti dengan yang diteliti
Dalam penelitian kuantitatif, hubungan peneliti dengan yang diteliti bersifat independen atau mengambil jarak dengan yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, karena peneliti banyak menggunakan wawancara, maka peneliti harus berinteraksi dengan yang diteliti atau subjek penelitian. Dengan demikian peneliti harus mengenal betul subjek yang memberikan data.
3.      Hubungan antar Variabel
Penelitian kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap objek yang diteliti lebih bersifat sebab-akibat, sehingga dalam penelitiannya terdapat variabel independent dn dependent, kemudian dicari seberapa besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent.
Penelitian kualitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada objek yang diteliti lebih bersifat interaktif, yaitu saling mempengaruhi, sehingga tidak diketahui mana variabel independent dan dependentnya.
4.      Kemungkinan Generalisasi
Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi, bukan kedalaman informasi, sehingga metode ini cocok digunakan untuk popuasi yang luas dan variabel yang terbatas. Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi secara acak. Kemudian peneliti membuat generalisasi  (kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi dimana sampel tersebut diambil).
Penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi tetapi lebih menekankan pada kedalaman informasi sehingga menemukan keunikan objek yang diteliti dan juga penelitian untuk memahami makna dibalik data yang tedengar dan terlihat. Genaralisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan keteralihat (transferability) , maksudnya adalah bahwa hasil penelitian kualitatif dalam ditransferkan atau diterapkan di tempat lain, manakala kondisi di tempat lain tersebut tidak jauh berbeda dengan tempat penelitian.
5.      Peranan Nilai
Dalam penelitian kuantitatif, 10 peneliti meneliti pada objek yang sama bisa menghasilkan 10 kesimpulan yang berbeda, karena masing-masing peneliti menggunakan pemikiran yang berbeda dalam melihat objek yang diteliti.

Rabu, 22 Mei 2019

Makalah Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Berikut ini adalah Makalah Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk Siswa SMP.

File Word:
https://drive.google.com/file/d/10NZGslJwWc9-tsXE__fQHNkQVmfCXyrX/view?usp=sharing

File PDF:
https://drive.google.com/file/d/1W1s-tTt7GWjqlGtiaoOYSyusaP64fkVP/view?usp=sharing

Gambar/Objek Etnomatematika Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Berikut ini adalah gambar/objek etnomatematika Ngayogyakarta Hadiningrat.
File Word:
https://drive.google.com/file/d/1h7mlN26A6cHG6XvKg4_AbvAZ4CoBZM79/view?usp=sharing

File PDF:
https://drive.google.com/file/d/17_DPPPIkq_5g9b3ROrS6ALb8F36_PJrI/view?usp=sharing

LKS berbasis Etnomatematika Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Berikut ini adalah LKS materi Keliling dan Luas segiempat berbasis Etnomatematika Keraton Ngayogyakarta untuk SMP
File Word:
https://drive.google.com/file/d/196tD-OMzA3aOORPbpqquRr7IkQeO-umh/view?usp=sharing
File PDF:
https://drive.google.com/file/d/1ctI7rNHqEPVBZnSieF_ily26MwTTnc0b/view?usp=sharing

RPP berbasis Etnomatematika Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Berikut ini adalah RPP materi  Keliling dan luas segiempat berbasis Etnomatematika Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk SMP
File Word:
https://drive.google.com/file/d/1HNfAOgNvsLzWVDa-Jrb9Ps5S57pjBFDt/view?usp=sharing

File PDF:
https://drive.google.com/file/d/1bEswD3IkUB0a4K4IVrPTtcG7gR8EYbx7/view?usp=sharing

Sabtu, 17 Oktober 2015

BUNDA TERESA


Bunda Teresa. Semua orang mungkin mengenanya. Teruta mereka yang beragama Katolik. Mungkin penganut agama-agama yang lain tidak begitu mengenalnya. Aku hanya membaca artikel tentang beliau, dan dengan begitu kebetulan, namaku sedikit mirip dengan-Nya. 
Aku menyukai-Nya ketika aku pertama kali membaca artikel tentang-Nya saat SD. Karena kemiripan nama kami, aku mencari tau tentang Bunda Teresa. Dan siapa sangka bahwa aku menyukainya dan ingin berperilaku seperti dia (walaupun aku bukan suster wakkakwkwkw)

 Hasil gambar untuk Bunda teresa
Aku tak mengenalnya dengan baik. Aku hanya mendengar tentang-Nya. Tapi aku merasa senang membaca kisah hidupnya..


Konon bunda Teresa memandikan anak gelandangan ditepi sungai Gangga. Ia melihat ada keluarga yang sedang bertengkar, saling berteriak.
Ia berpaling ke murid2nya dan bertanya: "Kenapa orang suka saling berteriak kalau sedang marah?" Tanya bunda Teresa.
Salah satu menjawab: "Karena kehilangan sabar, kita berteriak."
"Tetapi, kenapa harus berteriak pada orang yang ada di sebelahmu? Kan, pesannya bisa juga sampai dengan cara halus?" tanya
Murid2 saling adu jawaban namun tidak ada satu yang mereka sepakati.
Akhirnya sang bunda bertutur: "Bila 2 orang bermarahan, hati mereka sangat menjauh. Untuk dapat menempuh jarak yang jauh itu, mereka harus berteriak agar terdengar. Semakin marah, semakin keras teriakan karena jarak ke 2 hati pun semakin jauh."
"Apa yang terjadi saat 2 insan jatuh cinta?" lanjutnya.
"Mereka tidak berteriak pada 1 sama lain. Mereka berbicara lembut karena hati mereka berdekatan. Jarak antara ke 2 hati tidak ada atau sangat dekat."
Setelah merenung sejenak, ia meneruskan. "Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi? Mereka tidak lagi bicara. Hanya berbisikan dan saling mendekat dalam kasih-sayang. Akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi berbisikan. Mereka cukup saling memandang. Itu saja. Sedekat itulah 2 insan yang saling mengasihi."
Bunda Teresa memandangi murid2nya dan mengingatkan dengan lembut: "Jika terjadi pertengkaran, jangan biarkan hati menjauh. Jangan ucapkan perkataan yang membuat hati kian menjauh. Karena jika kita biarkan, suatu hari jaraknya tidak lagi bisa ditempuh."...



JENIS PENELITIAN KUALITATIF - PENJELASAN GRUNDED THEORY DAN CONTOHNYA

JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF Terdapat beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yaitu Naratif, Studi Kasus, Fenomenologi, Grounde...