Selasa, 01 Oktober 2019

JENIS PENELITIAN KUALITATIF - PENJELASAN NARATIF DAN CONTOHNYA


JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF
Terdapat beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yaitu Naratif, Studi Kasus, Fenomenologi, Grounded Theory, dan Etnografi.
A.    PENJELASAN NARATIF
Czarniawska dalam (Creswell, 1994)  mendefinisikan riset naratif sebagai tipe desain kualitatif yang spesifik yang “narasinya dipahami sebagaiteks yang dituturkan atau dituliskan dengan menceritakan tentang peristiwa/aksi, yang berhubungan secara kronologis”. Prosedur dalam pelaksanaan riset ini  dimulai dengan memfokuskan pada pengkajian terhadap satu atau dua individu, pengumpulan data melalui cerita mereka, pelaporan pengalaman individual, dan penyusunan kronologis atas makna dari pengalaman tersebut (atau menggunakan tahapan perjalanan hidup).

B.     KARAKTERISTIK NARATIF
Terdapat beberapa ciri utama atau ciri khas riset naratif, terlihat juga serangkaian ciri khas yang memperlihatkan batasan-batasannya. Tidak semua proyek naratif mengandung unsur-unsur ini, tetapi juga tidak mengesampingkan berbagai kemungkinan lain.
1.      Para peneliti naratif mengumpulkan cerita dari individu (dan dokumen serta percakapan kelompok) tentang pengalaman individual yang dituturkan. Maka dari itu mungkin terdapat ciri kolaboratif yang kuat dalam penelitian naratif ketika ceritanya muncul melalui interaksi atau dialog antara peneliti dan para partisipan.
2.      Cerita naratif menuturkan pengalaman individual, dan cerita itu mungkin saja memperlihatkan identitas dari individu dan bagaimana mereka melihat diri mereka.
3.      Cerita naratif dikumpulkan melalui beragam bentuk data, misalnya melalui wawancara yang mungkin menjadi bentuk utama pengumpulan data, dan juga melalui pengamatan, dokumen, gambar, dan sumber data kualitatif yang lain.
4.      Cerita naratif seringkali didengar dan kemudian disusun oleh peneliti menjadi suatu kronologi meskipun cerita tersebut mungkin tidak diceritakan secara kronologis oleh partisipan.
5.      Cerita naratif dianalisis dalam beragam cara. Suatu analisis dapat tentang apa yang dikatakan (secara tematis), sifat dari penuturan ceritanya(struktural), atau kepada siapakah cerita tersebut ditujukan (dialogis/permainan drama) (Riessman, 2008).
6.      Cerita naratif seringkali mengandung titik balik (Denzin, 1989) atau ketegangan atau interupsi spesifik yang diperlihatkan oleh penalti dalam penuturan cerita tersebut.
7.      Cerita naratif berlangsung di tempat atau situasi yang pesifik. Konteks cerita menjadi penting bagi penuturan cerita tersebut.

C.    TIPE/JENIS NARATIF
Studi naratif dapat dibagi menjadi dua, yaitu mempertimbangkan analisis data yang digunakan oleh peneliti dan mempertimbangkan tipe dari narasi.
1.      Mempertimbangkan strategi analisis data yang digunkan oleh penelit
Terdapat beberapa strategi analisi yang dapat digunakan. Chase (2005) mengemukakan strategi analisis untuk menguraikan batasan pada narasi, narasi yang disusun secara interaktif antara para peneliti dan partisipan, dan penafsiran yang dikembangkan oleh beragam penutur. Riessman (2008) menyampaikan tiga jenis pendekatan yang digunakan untuk menganalisis cerita naratif: (1) analisis tematik yang penelitiannya mengidentifikasi tema yang “dituturkan”  oleh seorang partisipan; (2) analisis struktural yang pemaknaannya bergeser pada “penuturan” tersebut dan ceritanya dapat dibentuk selama percakapan dalam bentuk komik, tragedi, setire, roman, atau bentuk lain; (3) analisis dialogis/ permainan (drama) yang fokusnya beralih apda bagaimana cerita tersebut dihasilkan (yiatu secara interaktif antara peneliti dan partisipan) dan ditampilkan dalam permainan/drama (yaitu yang bertujuan untuk menyampaikan pesan).

2.      Mempertimbangkan tipe dari narasi
Beragam pendekatan telah dikembangkan, berikut adalah sebagaian pendektaan yang populer.
a.       Studi biogrfis adalah bentuk studi naratif yang penelitinya menulis dan merekam pengalaman dari kehidupan orang lain.
b.                  Auto-etnografi ditulis dan direkam oleh individu yang menjadi subjek penelitian tersebut (Ellis, 2004; Muncey, 2010 dalam Creswell). Muncey (2010) mendefinisikan auto-etnografi sebagai ide dari beragam lapisan kesadaran, diri yang rentran, diri yang koheren, kritik-diri dalam konteks sosial, dan potensi yang mengesankan. Satu contoh auto-etnografi adalah disetertasi doktoral dari Neyman (2011) dimana ia mengeksplorasi pengalaman mengajarnya dengan latar belakang problem utama di sekolah negeri di Amerika dan Ukraina.
c.                   Sejarah Kehidupan menggambarkan kehidupan seseorang secara utuh, sementara itu cerita pengalaman pribadi adalah studi naratif tentang pengalaman pribadi seseorang yang terjadi dalam satu atau beberapa episode, situasi pribadi, atau cerita rakyat (Denzin, 1989 dalam Creswell)
d.                  Sejarah tutur atau sejarah lisan adalah pengumpulan refleksi pribadi tentang peristiwa dan sebab/efeknya terhadap satu atau beberapa individu (Plummer, 1983 dalam Creswell). Studi naratif mungkin memiliki fokus kontekstual yang spesifik, misalnya cerita yang dituturkan oleh para pengjar atau anak-anak di kelas (Ellerenshaw & Creswell, 2002).

D.    PROSEDUR DALAM PELAKSANAAN RISET NARATIF
Riessman (2008) menambahkan informasi yang berguna tentang proses pengumpulan data dan strategi analisis data.
1.      Menentukan problem atau pertanyaan riset sudah cocok untuk riset naratif.
2.      Memilih salah satu atau lebih individu yang memiliki cerita atau pengalaman hidup yang ingin diceritakan, dan menghabiskan banyak waktu dengan mereka untuk mengumpulkan cerita mereka melalui beragam jenis informasi. Para partisipan dapat merekam cerita mereka dalam jurnal atau diary, atau peneliti dapat mengamati individu tersebut lalu merekamnya dalam bentuk catatan lapangan.
3.      Mempertimbangkan bagaimana pengumpulan data dan perekamannya dapat dilakukan dengan beragam cara.
4.      Mengumpulkan infromasi tentang konteks dari cerita ini. Para peneliti naratif menempatkan cerita individual dalam pengalaman pribadi dan para partisipan (pekerjaan, rumah tempat tinggal mereka), kebudayaan (ras atau etnis), dan konteks historis (waktu dan tempat mereka).
5.      Menganalisis cerita dari para partisipan. Peneliti dapat mengambil peran aktif dan “menyusun kembali” cerita tersebut kedalam kerangka yang bermakna. Restorying adalah proses reorganisasi cerita menjadi beberapa jenis kerangka umum. Proses analisinya adalah peneliti mencari tema atau kategori; peneliti menggunakan pendekatan linguistik.
6.      Berkolaborasi dengan para partisipan dengan cara aktif melibatkan mereka dalam riset tersebut (Clandinin & Connelly, 2000)
Dalam penelitian naratif, satu hal penting adalah perhatian terhadap hubungan antara peneliti dan yang diteliti di mana kedua belah pihak akan belajar dan berubah ketika mereka berinteraksi (Creswell & Miller, 2000). “Penelitian naratif adalah cerita yang dijalani dan dituturkan”, Clandidin & Cornelly, 2000.

E. CONTOH PENELITIAN NARATIF
1.Judul Penelitian : Analisis Naratif: Kemiskinan Dalam Program Reality TV “Pemberian Misterius” Di Stasiun SCTV
2.    Peneliti                    : Lilik Kustanto
3.  Latar Belakang   : Reality TV merupakan sebuah program telivisi yang menggambarkan sebuah peristiwa realita atau peristiwa nyata. Namun, program tersebut mengalami perkembangan dengan menampilkan kejadian yang nyata dan dibuat sehingga program hibriditas. Salah satu program reality TV adalah “Pemberian Misterius” yang menarasikan tentang memberi pertolongan dengan memberi hadiah kepada orang lain yang memenuhi kriteria yang ditetapkan. Namun, narasi yang diceritakan tersebut sebenarnya memiliki makna lain sebagai sebuah representasi kemiskinan  yang secara implisit tidak terbaca oleh penonton.
4.  Tujuan Penelitian  : Penelitian ini untuk melihat makna sebenarnya representasi kemiskinan dalam program reality TV “Pemberian Misterius”.
5. Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah analisis naratif, yaitu merupakan metode mengkaji narasi yang dapat membantu untuk memahami, mengevaluasi dan memaknai struktur narasi. Sebuah catatan bahwa analisis naratif berusaha membuat pernyataannya, yang terdiri atas berbagai macam teks narasi yang terdiri atas berbagai macam teks narasi yang dibuat untuk berbagai macam tujuan dan melayani berbagai macam fungsi yang berbeda sehingga ada corpus (tubuh) yang ditetapkn lebih dulu.
6.    Hasil dan Kesimpulan : Dapat terlihat secara jelas bahwa tema dalam program reality TV PM yang menunjukkan adanya jiwa penolong, kedermawanan, sifat-sifat baik seseorang yang mau membantu orang lain yang membutuhkan dan lemah tidaklah lain hanya makna permukaan saja yang dicitrakan. Namun secara mendalam orang-orang lemah yang ditolong hanya bagian dari objek yang menggerakan sebuah program. Kehadiran mereka menjadi bagian utama yang harus ada untuk memberikan sebuah nilai rasa simpati dan penonton. Tanpa disadari untuk mendapatlan keuntungan dan kepentingan sebuah industri melalui program reality TV.

F.    SUMBER
              Kustanto, L. 2015. Analisis Naratif: Kemiskinan Dalam Program Reality TV “Pemberian Misterius” di Stasiun SCTV. Jurnal Rekam, Vol. 11 No – Oktober 2015.
                  Creswell, J.W. (2013). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five                                        Approaches. Third Edition. SAGE Publication: California.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JENIS PENELITIAN KUALITATIF - PENJELASAN GRUNDED THEORY DAN CONTOHNYA

JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF Terdapat beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yaitu Naratif, Studi Kasus, Fenomenologi, Grounde...