Selasa, 08 Oktober 2019

JENIS PENELITIAN KUALITATIF - PENJELASAN ETNOGRAFI DAN CONTOHNYA


JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF
Terdapat beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yaitu Naratif, Studi Kasus, Fenomenologi, Grounded Theory, dan Etnografi.
A.    PENJELASAN ETNOGRAFI
Etnografi berfokus pada kelompok yang memiliki kebudayaan yang sama, mungkin saja kelompok yang kecil, misalnya sejumlah pengajar dan sekelompok pekerja sosial, tetapi biasanya besar, melibatkan banyak orang yang berinteraksi, misalnya para pengajar di satu sekolah, kelompok kerja sosial komunitas.
Etnografi merupakan suatu desain kualitatif yang penelitinya mendeskripsikan dan menafsirkan pola yang sama dari nilai, perilaku, keyakinan, dan bahasa dari suatu kelompok berkebuyaan-sama (Harris, 1968). Agar (dalam Creswell, 2013) menjelaskan bahwa etnografi merpakan suatu cara untuk mempelajari sebuah kelompok berkebuyaan-sama sekaligus produk akhir terltulis dari riset tersebut. Para etnografer mempelajari makna dari perilaku, bahasa, dan interaksi di kalangan para anggota kelompok berkebudayaan-sama tersebut.

B.     KARAKTERISTIK ETNOGRAFI
Terdapat beberapa ciri utama dari etnografi yang baik, yaitu:
1.      Etnografi berfokus pada pengembangan deskripsi yang kompleks dan lengkap tentang kebudayaan dari kelompok, yaitu kelompok berkebudayaan sama, mungkin saja membahas keseluruhan kelompok atau bagian dari kelompok.
2.      Etnografi bukanlah studi tentang kebudayaan, tetapi studi tentang perilaku sosial dari kelompok masyarakat yang dapat diisentifikasi (Wolcott, 2008).
3.      Dalam etnografi, peneliti mencari berbagai pola (juga dideskripsikan sebagai ritual, perilaku sosial adat, atau kebiasaan) dari aktivitas mental kelompok tersebut, misalnya ide dan keyakinan yang diekspresikan melalui bahasa , atau aktivitas material, misalnya bagaimana mereka berperilaku dalam kelompok yang diekspresikan melalui tindakan mereka yang diamati oleh peneliti (Fetterman, 2010).
4.      Hal ini berarti bahwa kelompok berkebudayaan-sama tersebt telah lengkap dan berinteraksi dalam waktu yang cukup lama hingga dapat membangun pola kerja yang jelas.
5.      Di samping, itu teori memainkan peran penting dalam memfokuskan perhatian peneliti ketika melaksanakan etnografi
6.      Untuk dapat menggunakan teori tersebut untuk menemukan pola dari kelompok berkebudayaan-sama, peneliti harus terlibat dalam kerja lapangan yang lama, mengumpulkan data terutama melalui wawancara, pengamatan, simbol, artefak, dan beragam sumber data yang lain (Fetterman dalam Creswell 2013).
7.      Biasanya dalam etnografi yang bagus, tidak banyak diketahui tentang bagaimana kelompok tersebut berfungsi, misalnya bagaimana geng beroperasi, dan pembaca mengembangkan pemahaman baru tentang kelompok tersebut.
8.      Analisis ini menghadilkan pemahaman tentan bagaimana kelompok berkebudayaan-sama berjalan, yaitu bagaimana kelompok tersebut berfungsi dan bagaiamana cara hidup dari kelompok tersebut.
 
C.    TIPE/JENIS ETNOGRAFI
Ada banyak bentuk etnografi, misalnya etnografi pengakuan, riwayat hidup, auto-etnografi, etnografis-feminis, novel etnografis dan etnografi visual yang terdapat dalam fotografi dan video, dan media elektronik. Dua bentuk etnografi yang populer akan ditekankan di sini, yaitu etnografi realis dan etnografi kritis.
1.      Etnografi Realis
Etnografis realis adalah pendekatan tradisional yang digunakan oleh para antropolg kebudayaan. Van Maaen (dalam Creswell, 2013) menjelaskan bahwa etnografi realis mereflesikan suatu pendirian tertentu yang diambil oleh peneliti  terhadap para individu yang sedang diteliti. Data yang dilaporkan adalah data objektif dalam satu gaya yang terukur yang tidak terkontaminasi oleh bias pribadi, tujuan politik dan pertimbangan politik.
2.      Etnografi Kritis
Pendekatan etnografi kritis merupakan respon terhadap masyarakat sekarang, dimana sistem kekuasaan, prestise, privilese (hak istimewa), dan otoritas digunakan untuk memarginalkan individu yang berasal kelas, ras, dan gender yang berbeda. Etnografi kritis adalah satu jenis riset etnografis dimana para penulisnya memperjuangkan emanisipasi bagi kelompok  masyarakat yang terpinggirkan (Thomas dalam Creswell, 2013). Para peneliti etnografi kritis biasanya adalah individu yang  berpikiran politis yang berusaha, melalui riset untuk menentang ketidaksetaraan dan dominasi (Carspecken & Apple, dalam Creswell, 2013). Komponan utama dari etnografis kritis diantaranya orientasi bermuatan nilai, memberdayakan masyarakat dengan memberi mereka otoritas, menentang status que, dan mengemukakan persoalan tengang kekuasan dan kontrol.

D.    PROSEDUR PELAKSANAAN RISET ETNOGRAFI
Beberapa pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan etnografi (realis dan kritis) adalah sebagai berikut:
1.      Menentukan apakah etnografi merupakan desain yang paling tepat digunakan untuk memperlajari permasalahan riset yang dimaksud. Etnografi sangat tepat digunakan jika kebutuhannya adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kelompok kebudayaan berjalan (misalnya bahasa, keyakinan, kebiasaan).
2.      Mengidentifikasi dan menentukan suatu kelompok berkebudayaan-sama yang hendak dipelajari. Biasanya kelompok yang anggotanya telah hidup bersama dalam waktu yang lama, sehingga bahasa, pola prilaku, dan sikap telah terbentuk menjadi pola yang dapat dilihat.
3.      Menyeleksi berbagai tema, permasalahan atau teori kebudayaan yang hendak dipelajari dari kelompok tersebut. Tema, permasalahan atau teori ini menyediakan suatu kerangka pengarah bagi studi tentang kelompok kebudayaan-sama tersebut.
4.      Untuk mempelajari konsep kebudayaan, harus ditentukan tipe etnografi mana  yang hendak digunakan. Barangkali bagaimana kelompok tersebut berjalan perlu dideskripsikan, atau etnografis kritis dapat mengekspos permasalahan seperti kekuasaan, hegemoni, dan memberikan advokasi bagi kelompok tertentu.
5.      Mnegumpulkan informasi dalam konteks atau lingkungan dimana kelompok tersebut hidup.
6.      Dari banyak sumber data yang telah dikumpulkan, sang etnografer menganalisis data tersebut untuk menyusun suatu deskripsi tentang kelompok kebudayaan-sama tersebut, tema yang muncul dari kelompok tersebut, dan penafsiran keseluruhan (Wolcot dalam Creswell 2013).
7.      Menyusun rangkaian aturan atau teori tentang bagaimana kelompok berkebudayaan-sama tersebut berjalan sebagai hasil akhir dari analisis ini. Hasil akhirnya adalah potret kebudayaan yang holistik dari kelompok tersebut yang mencakup pandangan dari para partisipan (emis) dan juga pandangan dari peneliti (etis). Peneliti juga dapat memberikan advokasi bagi keperluan kelompok tersebut atau menyarankan perubahan dalam masyarakat.

E.     CONTOH PENELITIAN ETNOGRAFI
1.      Judul Penelitian     : Studi Etnografi Perilaku Sosial di Pulau Sebesi Lampung
2.      Peneliti                  : Siti Kurniasih, S.A.B., M.Pd dan Prisma Tejapermana, S.Sn., M.Pd
3.   Latar Belakang      : Keberagaman masyarakat di Indonesia belum mampu menjadikan hidup bersosialisasi dengan masyarakat lainnya. Faktanya, masih ada terjadi perkelahian di antara pemuda Desa Simpang Parit dengan Desa Muara Ponco hanya karena satu kelompok tidak terima ditegur kelompok lain saat merokok ketika masa puasa. Sementara itu, di Pulau Sebesi adalah kepulauan yang sangat terkenal kesuburan tanahnya dan sebagai tujuan pariwisata. Hasil menunjukkan bahwa terbentuknya perilaku masyarakat  yang terlihat lewat perilaku masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain gotong royong, aktif kerja bakti dan saling berbagi. Perilaku sosial ini juga terlihat pada anak usia dini. Saat wisatawan datang berkunjung ke daerah mereka, dengan senang hati mereka memberikan senyuman dan menyapa tanpa takut akan kedatangan orang yang tidak dikenal. Anak-anak di Pulau Sebesi diketahui mudah membaur dengan teman-teman yang lain tanpa membedakan faktor apapun. Mereka juga memiliki rasa kepedulian yang tinggi, terlihat dari kegiatan mereka yang ikut membantu orangtua bekerja tanpa paksaan dari orangtua mereka.
4.   Tujuan Penelitian  : Mendeskripsikan perilaku sosial anak usia dini di Pulau Sebesi Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
5.     Metode Penelitian : Metode yang digunakan adalah metode penelitian etnografi dengan pendekatan kualitatif. Pada penelitian ini menggunakan model spradley yang dikenal dengan proses penelitian siklikal. Pada model penelitian ini, kegiatan pengumpulan data dan analisis data dapat berjalan bersama dalam artian analisis data dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data yang dilakukan peneliti selama di lapangan.
6.      Hasil dan Kesimpulan       : Hasil penelitian  menggambarkan bahwa terdapat  kegiatan atau tradisi yang dilakukan masyarakat di Pulai Sebesi dapat mengembangkan perilaku sosial anak usia dini sehingga diterima di lingkungan sosialnya. Beberapa kegiatan atau tradisi yang menunjukkan bahwa kegiatan bersama-sama sering dilakukan di Pulau Sebesi yaitu bacakan, ngelop, sakai sambayan, pejunjongan, dan kegiatan yang dilakukan bersama-sama di PAUD. Pada kehidupan sehari-hari, anak-anak di Pulau Sebesi Lampung Selatan, mau berbaur dan bergabung dalam kegiatan atau bermain bersama tanda membedakan suku, agama, ras, warna kulit dan usia anak. Mereka menghargai orang lain, berbagai dengan orang lain serta mengenal tata krama dan sopan satun sesuai dengan nilai sosial budaya di Pulau Sebesi.
7.      Saran Peneliti        : Peneliti juga memberikan beberapa saran, salah satunya adalah bagi peneliti lain diharapkan adanya penelitian lanjutan tentang deskripsi tahapan perilaku yang terlihat pada anak usia dini. Bagi pendidik dan pemerhati anak usia dini.

F.     SUMBER
Kurniasih, A. & Tejapermana, P. 2018. Studi Etnografi Perilaku Sosial Anak Di Pulau Sebesi Lampung. Jurnal Caksana-Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1 No 2.
Creswell, J.W. (2013). Qualitative Inquiry & Research Design: Choosing Among Five Approaches. Third Edition. SAGE Publication: California.
                                                                                                                                          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JENIS PENELITIAN KUALITATIF - PENJELASAN GRUNDED THEORY DAN CONTOHNYA

JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF Terdapat beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yaitu Naratif, Studi Kasus, Fenomenologi, Grounde...