PERBEDAAN METODE PENELITIAN
KUALITATIF DAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF
A. METODE
KUANTITATIF
Metode kuantitatif disebut metode tradisional (sudah
mentradisi, karen sudah lama digunakan). Metode kuantitatif berlandaskan pada
filsafat positivistik dan disebut sebagai penelitian yang ilmiah karena
menggunakan langkah-langkah yang ketat, objektif karena peneliti menjaga jarak
dengan yang diteliti. Metode ini lebih bersifat confirmatory, untuk mengkonfirmasi atau menguji teori. Metode ini
dinamakan metode kuantitatif karena data yang diperoleh terutama adalah data
kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis.
Metode penelitian kuantitatif merupakan suatu cara
yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data
berupa angka dan program statistik. Secara umum bagian metode kuantitatif
berisi subbab: (1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) populasi dan sampel,
(3) instrumen penelitian, (4) teknik pengumpulan data, dan (5) analisis data
(Wahidmurni, 2017).
Pendekatan dan jenis penelitian merupakan bagian
yang menguraikan alasan pendekatan kuantitaf digunakan dan alasan pemilihan
jenis penelitian. Peneliti harus memahami masing-masing arti pendekatan
kuantitatif dan jenis penelian yang tepat untuk dapat menjawab rumusan masalah
penelitian. Hal ini dapat dilakukan peneliti dengan mencari definisi pendekatan
kuantitatif dan ciri-ciri yang ada pada pendekatan itu menurut pakar.
Populasi dan sampel merupakan bagian yang
menjelaskan mengenai sumber pangambilan data penelitian. Populasi dapat
diartikan sebagai keseluruhan orang atau bukan orang yang memiliki kesamaan
ciri dan memenuhi syarat berkaitan dengan masalah penelitian daan dapat
dijadikan sebagai sumber pengambilan sampel. Sampel dapat diartikan sebagai perwakilan
dari sebuah populasi sebagai sumber pengumpulan data penelitian.
Instrumen penelitian merupakan bagian yang membahas
mengenai alat yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian. Umumnya dalam
penelitian kuantitatif alat pengumpul data yang digunakan dikembangkan dari
teori-teori yang akan diuji melalui kegiatan yang dikerjakan. Untuk itu,
sebelum instrumen penelitian yang dikembangkan digunakan untuk mengumpulkan
data pada objek atau responden yang sesungguhnya, hendaknya instrumen tersebut
diuji validitas dan reliabilitasnya. Biasanya, ada tiga kemungkinan instrumen
yang digunakan yakni yang sudah baku, yang dimodifikasi oleh peneliti, atau
yang dibuat sendiri oleh peneliti.
Pengumpulan data merupakan tahap peneliti melakukan
kegiatan untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Peneliti mengumpul data sesuai
dengan instrumen yang sudah ditentukan, semisal dengan angket atau pengamatan.
Dalam penelitian kuantitatif, peneliti tidak harus hadir dan bertemu dengan
responden penelitian, namun bisa juga melalui orang lain yang diminta untuk
mengumpulkan data.
Analisis data merupakan hasil dari analisa teoritis
terhadap data yang diperoleh pada pengumpulan data. Dalam penelitian
kuantitatif, penggunaan program statistik merupakan suatu hal yang mutlak
diperlukan. Untuk itu, peneliti harus memiliki pemahaman mengenai penggunaan
formula dalam statistik yang diperlukan untuk menganalisaz data. Pada bagian
ini juga diuraikan mengenai jenis analisis statistik yang digunakan, apakah itu
metode statistik deskriptif atau statistik inferensial.
B. METODE
KUALITATIF
Metode kualitatif disebut sebagai metode baru
(karena baru tahun 1985-an metode ini mulai ramai digunakan). Metode kualitatif
bersifat pada sifay pospositivistik dan disebut sebagai metode yang artistik
/lebih bersifat seni, tidak menggunakan langkah-langkah yang ketat. Metode
kualitatif digunakan untuk discovery, yaitu
eksplorasi untuk menemukan hipotesis. Metode ini dinamakan metode kualitatif
karena data yang terkumpul terutama adalah data kualitatif. Penelitian
kualitatif digunakan untuk menemukan hipotesis.
Metode kualitatif berkenaan dengan data yng bukan
angka, menumpulkan dan menganalisis data yang bersifat naratif. Metode
penelitian kualitatif biasanya menggunakan fokus grup, wawancara dan observasi.
Creswell (2009) menyatakan bahwa “Qualtative
research is a means for exploring and understanding the meaning individuals or
groups ascribe to a social or human problem. The process of research involves
emerging quetions and procedures; collecting data in the participants’ setting;
analyzing data inductively, building from particulars to general themes; an
making interpretations of the meaning data. The final written report has a
flexible writing structure”. Penelitian kualitatif adalah
sarana untuk mengeksplorasi dan memahami makna perilaku individu atau kelompok
yang berkaitan dengan masalah sosial atau masalah kemanusiaan. Proses
penelitian melibatkan membuat pertanyaan penelitian dan prosedur sementara;
mengumpulkan data dalam pengaturan peserta; menganalisis data secara induktif,
mulai dari data parsial hingga tema umum; membuat interpretasi data makna.
kegiatan akhir membuat laporan ke dalam struktur yang fleksibel.
Menurut Bogdan dan Biklen (dalam
Sugiyono, 2017) karakteristik penelitian kualitatif adalah sebagi berikut:
1.
Penelitian dilakukan dalam
kondisi yang alamiah, peneliti langsung ke sumber data dan peneliti adalah
instrumen kunci.
2.
Penelitian kualitatif
lebih bersifat deskriptif.
3.
Penelitian kualitatif
lebih ditekankan pada proses daripada produk atau outcome.
4.
Penelitian kualitatif
melakukan analisis data secara induktif
5.
Penelitian kualitatif
lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati).
Penelitian kualitatif
sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada
kondisi yang alamiah. Objek dalam penelitian kualitatid adalah objek alamian.
Objek alamiah adalah objek yang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti,
sehingga keadaan objek sebelum dan setelah dilakukan penelitian oleh peneliti relatif tidak berubah. Data yang diperoleh di
penelitian kualitatif adalah data yang pasti. Data yang pasti adalah data yang
sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang sekedar terlihat,
terucap dan terdengar. Misalnya, orang menangis, harus dipastikan orang tersebut
menangis karena bahagia, sakit, dll.
Metode kualitatif tidak
menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menkankan pada keunikan dari objek
yang diteliti. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability,
artinya hasil penelitian tersebut dapat digunakan di tempat lain, manakala
tempat tersebut memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda
Jadi, dapat
disimpulkan bahwa metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang
berlandaskan pada filsafat pospositivtik atau enterpretif, digunakan untuk
meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen
kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan
observasi, wawancara, dan dokumentasi), data yang diperoleh cenderung data kualitatif,
analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif
bersifat untuk memahami makna, memahami keunikan, mengkonstruksi fenomena, dan
menemukan hipotesis.
Secara umum bagian metode kualitatif berisi subbab:
(1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) keadiran peneliti, (3) lokasi
penelitian, (4) sumber data (5) teknik pengumpulan data (6) analisi data dan
(7) pengecekan keabsahan temuan. (Wahidmurni, 2017).
C. PERBEDAAN
PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Perbedaan antara metode kuantitif dan kualitatif
meliputi tiga hal, yaitu aksioma, proses penelitian, dan karakteristik
penelitian.
1. Sifat
Realitas
Dalam
metode kuantitatif realitas dipandang sebagai sesuatu yang kongkrit, dapat
diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna
dan perilaku, tidak berubah dan dapat diverivikas. Dengan demikian, dalam
penelitian kuantitatif, peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja
dari objek yang diteliti, kemudian dapat membuat instrumen untuk mengukurnya.
Dalam penelitian kualitatif suatu realitas atau objek tidak
dapat dilihat secara parsial dan dipecah ke dalam beberapa variabel. Penelitian
kualitatid memandang objek sebagai sesuatu yang dinamis, hasil konstruksi
pemikiran, dan utuh, karena setiap aspek dari objek itu mempunyai satu kesatuan
yang tidak dapat dipisahkan. Realitas dalam penelitian kualitatif tidak hanya
yang tampak (teramati), tetapi sampai dibalik yang tampak tersebut. Misal,
seseorang memancing, penelitian kuantitatif akan menganggap kegiatan memancing
adalah kegiatan mencari ikan, tetapi dalam penelitian kualitatif akan melihat
lebih dalam mengapa ia memancing, apakah mungkin karena stress, lapar atau
mencari teman (Sugiyono, 2017).
2. Hubungan
peneliti dengan yang diteliti
Dalam penelitian
kuantitatif, hubungan peneliti dengan yang diteliti bersifat independen atau
mengambil jarak dengan yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, karena
peneliti banyak menggunakan wawancara, maka peneliti harus berinteraksi dengan
yang diteliti atau subjek penelitian. Dengan demikian peneliti harus mengenal
betul subjek yang memberikan data.
3. Hubungan
antar Variabel
Penelitian kuantitatif
dalam melihat hubungan variabel terhadap objek yang diteliti lebih bersifat
sebab-akibat, sehingga dalam penelitiannya terdapat variabel independent dn
dependent, kemudian dicari seberapa besar pengaruh variabel independent
terhadap variabel dependent.
Penelitian kualitatif
dalam melihat hubungan antar variabel pada objek yang diteliti lebih bersifat
interaktif, yaitu saling mempengaruhi, sehingga tidak diketahui mana variabel
independent dan dependentnya.
4. Kemungkinan
Generalisasi
Pada umumnya penelitian
kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi, bukan kedalaman
informasi, sehingga metode ini cocok digunakan untuk popuasi yang luas dan
variabel yang terbatas. Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari
populasi secara acak. Kemudian peneliti membuat generalisasi (kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi
dimana sampel tersebut diambil).
Penelitian kualitatif
tidak melakukan generalisasi tetapi lebih menekankan pada kedalaman informasi
sehingga menemukan keunikan objek yang diteliti dan juga penelitian untuk
memahami makna dibalik data yang tedengar dan terlihat. Genaralisasi dalam
penelitian kualitatif dinamakan keteralihat (transferability) , maksudnya adalah bahwa hasil penelitian
kualitatif dalam ditransferkan atau diterapkan di tempat lain, manakala kondisi
di tempat lain tersebut tidak jauh berbeda dengan tempat penelitian.
5. Peranan
Nilai
Dalam penelitian kuantitatif, 10
peneliti meneliti pada objek yang sama bisa menghasilkan 10 kesimpulan yang
berbeda, karena masing-masing peneliti menggunakan pemikiran yang berbeda dalam
melihat objek yang diteliti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar