Selasa, 17 September 2019

PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF



PERBEDAAN METODE PENELITIAN KUALITATIF DAN METODE PENELITIAN KUANTITATIF
A.    METODE KUANTITATIF
Metode kuantitatif disebut metode tradisional (sudah mentradisi, karen sudah lama digunakan). Metode kuantitatif berlandaskan pada filsafat positivistik dan disebut sebagai penelitian yang ilmiah karena menggunakan langkah-langkah yang ketat, objektif karena peneliti menjaga jarak dengan yang diteliti. Metode ini lebih bersifat confirmatory, untuk mengkonfirmasi atau menguji teori. Metode ini dinamakan metode kuantitatif karena data yang diperoleh terutama adalah data kuantitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesis.
Metode penelitian kuantitatif merupakan suatu cara yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa angka dan program statistik. Secara umum bagian metode kuantitatif berisi subbab: (1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4) teknik pengumpulan data, dan (5) analisis data (Wahidmurni, 2017).
Pendekatan dan jenis penelitian merupakan bagian yang menguraikan alasan pendekatan kuantitaf digunakan dan alasan pemilihan jenis penelitian. Peneliti harus memahami masing-masing arti pendekatan kuantitatif dan jenis penelian yang tepat untuk dapat menjawab rumusan masalah penelitian. Hal ini dapat dilakukan peneliti dengan mencari definisi pendekatan kuantitatif dan ciri-ciri yang ada pada pendekatan itu menurut pakar.
Populasi dan sampel merupakan bagian yang menjelaskan mengenai sumber pangambilan data penelitian. Populasi dapat diartikan sebagai keseluruhan orang atau bukan orang yang memiliki kesamaan ciri dan memenuhi syarat berkaitan dengan masalah penelitian daan dapat dijadikan sebagai sumber pengambilan sampel. Sampel dapat diartikan sebagai perwakilan dari sebuah populasi sebagai sumber pengumpulan data penelitian.
Instrumen penelitian merupakan bagian yang membahas mengenai alat yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian. Umumnya dalam penelitian kuantitatif alat pengumpul data yang digunakan dikembangkan dari teori-teori yang akan diuji melalui kegiatan yang dikerjakan. Untuk itu, sebelum instrumen penelitian yang dikembangkan digunakan untuk mengumpulkan data pada objek atau responden yang sesungguhnya, hendaknya instrumen tersebut diuji validitas dan reliabilitasnya. Biasanya, ada tiga kemungkinan instrumen yang digunakan yakni yang sudah baku, yang dimodifikasi oleh peneliti, atau yang dibuat sendiri oleh peneliti.
Pengumpulan data merupakan tahap peneliti melakukan kegiatan untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Peneliti mengumpul data sesuai dengan instrumen yang sudah ditentukan, semisal dengan angket atau pengamatan. Dalam penelitian kuantitatif, peneliti tidak harus hadir dan bertemu dengan responden penelitian, namun bisa juga melalui orang lain yang diminta untuk mengumpulkan data.
Analisis data merupakan hasil dari analisa teoritis terhadap data yang diperoleh pada pengumpulan data. Dalam penelitian kuantitatif, penggunaan program statistik merupakan suatu hal yang mutlak diperlukan. Untuk itu, peneliti harus memiliki pemahaman mengenai penggunaan formula dalam statistik yang diperlukan untuk menganalisaz data. Pada bagian ini juga diuraikan mengenai jenis analisis statistik yang digunakan, apakah itu metode statistik deskriptif atau statistik inferensial.

B.     METODE KUALITATIF
Metode kualitatif disebut sebagai metode baru (karena baru tahun 1985-an metode ini mulai ramai digunakan). Metode kualitatif bersifat pada sifay pospositivistik dan disebut sebagai metode yang artistik /lebih bersifat seni, tidak menggunakan langkah-langkah yang ketat. Metode kualitatif digunakan untuk discovery, yaitu eksplorasi untuk menemukan hipotesis. Metode ini dinamakan metode kualitatif karena data yang terkumpul terutama adalah data kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untuk menemukan hipotesis.
Metode kualitatif berkenaan dengan data yng bukan angka, menumpulkan dan menganalisis data yang bersifat naratif. Metode penelitian kualitatif biasanya menggunakan fokus grup, wawancara dan observasi. Creswell (2009) menyatakan bahwa “Qualtative research is a means for exploring and understanding the meaning individuals or groups ascribe to a social or human problem. The process of research involves emerging quetions and procedures; collecting data in the participants’ setting; analyzing data inductively, building from particulars to general themes; an making interpretations of the meaning data. The final written report has a flexible writing structure”. Penelitian kualitatif adalah sarana untuk mengeksplorasi dan memahami makna perilaku individu atau kelompok yang berkaitan dengan masalah sosial atau masalah kemanusiaan. Proses penelitian melibatkan membuat pertanyaan penelitian dan prosedur sementara; mengumpulkan data dalam pengaturan peserta; menganalisis data secara induktif, mulai dari data parsial hingga tema umum; membuat interpretasi data makna. kegiatan akhir membuat laporan ke dalam struktur yang fleksibel.
Menurut Bogdan dan Biklen (dalam Sugiyono, 2017) karakteristik penelitian kualitatif adalah sebagi berikut:
1.      Penelitian dilakukan dalam kondisi yang alamiah, peneliti langsung ke sumber data dan peneliti adalah instrumen kunci.
2.      Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif.
3.      Penelitian kualitatif lebih ditekankan pada proses daripada produk atau outcome.
4.      Penelitian kualitatif melakukan analisis data secara induktif
5.      Penelitian kualitatif lebih menekankan makna (data dibalik yang teramati).
Penelitian kualitatif sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitiannya dilakukan pada kondisi yang alamiah. Objek dalam penelitian kualitatid adalah objek alamian. Objek alamiah adalah objek yang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti, sehingga keadaan objek sebelum dan setelah dilakukan penelitian oleh peneliti  relatif tidak berubah. Data yang diperoleh di penelitian kualitatif adalah data yang pasti. Data yang pasti adalah data yang sebenarnya terjadi sebagaimana adanya, bukan data yang sekedar terlihat, terucap dan terdengar. Misalnya, orang menangis, harus dipastikan orang tersebut menangis karena bahagia, sakit, dll.
Metode kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menkankan pada keunikan dari objek yang diteliti. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability, artinya hasil penelitian tersebut dapat digunakan di tempat lain, manakala tempat tersebut memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda
 Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat pospositivtik atau enterpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek alamiah, dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan observasi, wawancara, dan dokumentasi), data yang diperoleh cenderung data kualitatif, analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami makna, memahami keunikan, mengkonstruksi fenomena, dan menemukan hipotesis.
Secara umum bagian metode kualitatif berisi subbab: (1) pendekatan dan jenis penelitian, (2) keadiran peneliti, (3) lokasi penelitian, (4) sumber data (5) teknik pengumpulan data (6) analisi data dan (7) pengecekan keabsahan temuan. (Wahidmurni, 2017).


C.     PERBEDAAN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF
Perbedaan antara metode kuantitif dan kualitatif meliputi tiga hal, yaitu aksioma, proses penelitian, dan karakteristik penelitian.
1.      Sifat Realitas
Dalam metode kuantitatif realitas dipandang sebagai sesuatu yang kongkrit, dapat diamati dengan panca indera, dapat dikategorikan menurut jenis, bentuk, warna dan perilaku, tidak berubah dan dapat diverivikas. Dengan demikian, dalam penelitian kuantitatif, peneliti dapat menentukan hanya beberapa variabel saja dari objek yang diteliti, kemudian dapat membuat instrumen untuk mengukurnya.
      Dalam penelitian kualitatif suatu realitas atau objek tidak dapat dilihat secara parsial dan dipecah ke dalam beberapa variabel. Penelitian kualitatid memandang objek sebagai sesuatu yang dinamis, hasil konstruksi pemikiran, dan utuh, karena setiap aspek dari objek itu mempunyai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Realitas dalam penelitian kualitatif tidak hanya yang tampak (teramati), tetapi sampai dibalik yang tampak tersebut. Misal, seseorang memancing, penelitian kuantitatif akan menganggap kegiatan memancing adalah kegiatan mencari ikan, tetapi dalam penelitian kualitatif akan melihat lebih dalam mengapa ia memancing, apakah mungkin karena stress, lapar atau mencari teman (Sugiyono, 2017).
2.      Hubungan peneliti dengan yang diteliti
Dalam penelitian kuantitatif, hubungan peneliti dengan yang diteliti bersifat independen atau mengambil jarak dengan yang diteliti. Dalam penelitian kualitatif, karena peneliti banyak menggunakan wawancara, maka peneliti harus berinteraksi dengan yang diteliti atau subjek penelitian. Dengan demikian peneliti harus mengenal betul subjek yang memberikan data.
3.      Hubungan antar Variabel
Penelitian kuantitatif dalam melihat hubungan variabel terhadap objek yang diteliti lebih bersifat sebab-akibat, sehingga dalam penelitiannya terdapat variabel independent dn dependent, kemudian dicari seberapa besar pengaruh variabel independent terhadap variabel dependent.
Penelitian kualitatif dalam melihat hubungan antar variabel pada objek yang diteliti lebih bersifat interaktif, yaitu saling mempengaruhi, sehingga tidak diketahui mana variabel independent dan dependentnya.
4.      Kemungkinan Generalisasi
Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi, bukan kedalaman informasi, sehingga metode ini cocok digunakan untuk popuasi yang luas dan variabel yang terbatas. Data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi secara acak. Kemudian peneliti membuat generalisasi  (kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi dimana sampel tersebut diambil).
Penelitian kualitatif tidak melakukan generalisasi tetapi lebih menekankan pada kedalaman informasi sehingga menemukan keunikan objek yang diteliti dan juga penelitian untuk memahami makna dibalik data yang tedengar dan terlihat. Genaralisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan keteralihat (transferability) , maksudnya adalah bahwa hasil penelitian kualitatif dalam ditransferkan atau diterapkan di tempat lain, manakala kondisi di tempat lain tersebut tidak jauh berbeda dengan tempat penelitian.
5.      Peranan Nilai
Dalam penelitian kuantitatif, 10 peneliti meneliti pada objek yang sama bisa menghasilkan 10 kesimpulan yang berbeda, karena masing-masing peneliti menggunakan pemikiran yang berbeda dalam melihat objek yang diteliti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

JENIS PENELITIAN KUALITATIF - PENJELASAN GRUNDED THEORY DAN CONTOHNYA

JENIS-JENIS PENELITIAN KUALITATIF Terdapat beberapa jenis-jenis penelitian kualitatif yaitu Naratif, Studi Kasus, Fenomenologi, Grounde...